Status Capaian Renstra – UPT Perpustakaan UNARS

Status Capaian Renstra

Peta Jalan Pengembangan Layanan Digital UPT Perpustakaan UNARS
Periode 2026 – 2028

Fase 1: Standarisasi & Pelayanan Mandiri

“Fokus pada otomatisasi layanan administrasi perpustakaan, digitalisasi tata usaha, serta peningkatan kemudahan akses mandiri bagi pemustaka melalui pembaruan antarmuka web secara menyeluruh.”

Landing Page

Pembaruan antarmuka web utama yang responsif, bersih, dan memadukan identitas visual modern.

Selesai

Digital Signage

Penayangan informasi dinamis pada televisi ruang baca (jam layanan, tata tertib, showcase koleksi).

Selesai

Smart Print

Digital tool HTML untuk otomasi cetak massal kantong, kartu, dan barcode buku berpresisi.

Selesai

PELARI

Portal terintegrasi Pelayanan Mandiri (PELARI) bagi pemustaka untuk urus Karya Ilmiah, daftar anggota, & repositori.

Selesai

Libra Chatbot

Layanan chatbot 24/7 berbasis WhatsApp dan Telegram untuk informasi dan ketersediaan koleksi perpustakaan.

Sedang Dikerjakan

SISIPUS

Sistem Informasi Arsip Perpus untuk tata kelola administrasi,disposisi dan sirkulasi surat menyurat internal perpustakaan.

Dalam Pengerjaan

Fase 2: Interoperabilitas & Visibilitas

“Berfokus pada akselerasi pengolahan koleksi menggunakan AI dan optimalisasi keterlihatan (discoverability) repositori ilmiah institusi pada mesin pencari global.”

AI Cataloging

Penerapan alur kerja berbasis prompt cerdas untuk mengakselerasi entri data ke SLiMS.

Sudah Digunakan

SEO Repositori

Penataan ulang antarmuka dan penambahan meta-tag agar karya lebih mudah diindeks Google.

Proses Koordinasi

Fase 3: Implementasi AI Lokal

“Tahap implementasi arsitektur cerdas melalui penyiapan server institusi dan model AI lokal untuk menjamin privasi dan keamanan sistem pencarian tanpa cloud eksternal.”

Model AI Lokal

Instalasi OLLAMA pada infrastruktur server untuk menjalankan asisten penelusuran mandiri (RAG).

Sedang Dikerjakan

Digitalisasi OCR

Digitalisasi arsip dan skripsi lama menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) agar teks dapat ditelusuri (searchable) secara penuh dalam basis data digital institusi.

Perlu Kebijakan Institusional